Tirea no Nayamigoto| Arc1-bab 18

Halaman Utama

Arc1-Bab 18 – “Ketiga sang iblis ingin bertarung”

  • TL: Fachri Kuro
  • ED: –

Chapter 18 – Ketiga sang iblis ingin bertarung

“Tilea-sama! Tilea-sama!”

Aku mendengar si mesum(Nielsen) berteriak di awal pagi ini. Aku saat ini sedang berada di dapur, aku hanya mengeluh sembari melihat panci yang sedang mendidih.

“Jadi di sini kau rupanya, Tilea-sama. Ada berita buruk! Ketiga sang iblis telah…”

“Tidak, itu bukan berita buruk, bodoh.”

Tak lama kemudian aku pun meraih wajah si mesum(Nielsen) dengan satu tangsn. Sambil menganggap tanganku memiliki cakar besi, aku pun meremas wajahnya dengan kuat.

“GUOHHHH! S-, sudah kuduga dari Tilea-sama A-, anda memiliki kekuatan luar biasa yang memuaskan. Th!!”

Bukannya menderita, si Mesum (Nielsen) dengan pawainya memujiku.

Hahh~ Jujur, orang ini…

Aku telah menyuruh si mesum (Nielsen) untuk “mematikan api ketika air telah mendidih”; anak kecil bahkan tahu hal itu. Tapi nyatanya si bego ini malah lari entah kemana.

Apa-apaan “Berita buruk, Tilea-sama!”. Aku tak peduli jika itu sang iblis atau ssuuaang weeblis, tapi toko itu lebih penting!

Apa yang harus kulakukan pada latihan hari ini?

Dan satu jam lagi aku harus membuka toko.

Aku tidak akan sempat jika aku kembali membuat air kaldu lagi. Apakah aku harus memasukkan si mesum(Nielsen) ke dalam panci dan membuatnya menjadi air kaldu Nielsen?

Sekarang aku sangat marah, rasa-rasanya aku ingin menghancurkan si mesum itu lalu menghancurkan kepalanya dan kemudian… tidak bagus, tidak bagus. Hal gila apa yang sedang aku pikirkan!? Aku harus bergegas dan melantukan sebuah mantra sihir.

Bagaimana lagi, si mesum(Nielsen) adalah seorang chuunibuyo. Mesum(Nielsen).– huh.

……
…………
………………

Baiklah, entah kenapa aku dapat mengendalikan amarahku sekarang.

Phew, jadi… aku harus menjelaskannya pada ayah dan menjelaskan kepada pelanggan bahwa hari ini kami buka agak telat. Aku pun membersihkan kekacauan dari si mesum ini lagi. Sejujurnya, aku bahkan tak dapat memberikan dia tugas untuk mengawasi panci.

Aku mulai kehabisan akal, dan sepertinya aku tidak lagi mempercayainya. Aku menatapnya, mengatakan “Sejujurnya…” dengan tatapan tajam. Si mesum (Nielsen) tampaknya juga ingin mengucapkan sesuatu.

Dia menatapku dengan tatapan sedih, seperti penampilan anak anjing yang telah dibuang oleh pemiliknya sendiri.

… Sepertinya tidak ada cara lain lagi. Sepertinya ada sesuatu hal mengerikan terjadi padanya(meskipun aku tak yakin tentang itu). Jadi aku masih bisa memberikannya kesempatan untuk menjelaskan kenapa dia meninggalkan pekerjaannya.

“Jadi, berita buruk apa yang kau maksud? Aku berharap hal itu terlalu buruk sehingga membuatmu meninggalkan pekerjaan.”

“Ya, Nyonya Milea. Saya pantas mendapatkan ribuan kematian karena tidak menjalankan perintah Anda, akan tetapi masalah ini perlu ditindak secepatnya. Meskipun saya lancang, tapi saya memilih untuk meninggalkan toko karena ingin mengkonfirmasi tidak benarnya berita tersebut.”

Hahh? Apakah orang ini ingin menjadi seperti Sun Tzu’s yang mengatakan, “seorang jenderal tidak akan mematuhi kepentingannya sendiri bila berada di medan pertempuran.” atau apapun itu? Apa kau ingin menggunakan alasan sebodoh itu untuk melarikan diri dari pekerjaanmu!?

Amarahku yang tadinya kutahan, tiba-tiba meledak lagi.

Tidak, tunggu, tunggu. Sepertinya aku harus mendengarkannya sampai selesai.

“Baiklah, apa alasan yang membuat masalah itu harus ditindak secepatnya?”

“Nyonya Mil. Tampaknya si Hidler telah membuka segel ketiga sang iblis. Sepertinya mereka akan menyerang di waktu dekat.”

Baguslah. Apakah ada seseorang yang ingin komplain pada Timu lagi?

Sebelumnya Garm, sekarang ketiga sang iblis?, sebuah nama yang sangat memuakkkan. Jujur, aku kira telah menyelesaikan seluruh masalah hanya dengan menyelesaikan masalah dengan si Garm.

Tapi, tak ada cara lain lagi. Tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah dengan mereka kecuali berbicara dengan mereka satu persatu. Kau bahkan dapat membuat hati seseorang tidak benci lagi denganmu hanya dengan berbicara secara empat mata. Meskipun si pria Garm itu yang memulai masalah dengan leluconnya, tapi pada akhirnya mereka juga bakal berbaikan.

Gyangu, benarkan?

Rupanya Timu diberi hewan peliharaan Garm sebagai permintaan maaf, kupikir. Dengan memberikan hewan peliharaan tercintanya pada Timu, seharusnya hubungan mereka sangatlah dekat.

Ketiga sang iblis

Jadi sekarang ada tiga orang? Aku ingin tahu seperti apa mereka.

“Niel. Seperti apa mereka yang disebut sebagai ‘ketiga sang iblis’?”

“Mereka adalah kelompok yang kejam nan ganas. Karena mereka tidak patuh sama hukum, maka sang raja iblis Zorg menyegel mereka.”

“Bisakah aku mengambil kesimpulan kalau mereka tidak melakukan sebuah kekerasan tapi kelakuan mereka saja yang keterlaluan sehingga mereka diusir dari kerajaan tentara iblis?”

“Benar. Hanya saja… bukan diusir tapi disegel.”

“Ya, ya serah. Jadi hanya disegel, `kan? Jadi mengapa kelompok yang disegel ini tiba-tiba kembali?”

“Dimulai saat Camilla keluar dari pasukan iblis, mereka kemudian kehilangan Killer, dan Garm. Pasukan iblis sekarang berada di saat lemah. Hal itu membuat Hidler menjadi depresi.”

EH!? Killer-san dan Garm-san juga keluar?

Ahh~ setelah semua masalah ini terjadi, pada akhirnya mereka malah menjadi tidak nyaman. Meskipun mereka membuatnya dengan Timu, mereka mungkin lelah dengan kelompok mereka. Jadi hal ini dimulai dengan keluarnya seseorang di waktu yang tepat.

Jadi begitu. Ketika Timu keluar dari kelompok, para penjaganya juga ikut keluar. Jadi “Mari kita berpura-pura menjadi pasukan iblis” mulai kehilangan orang-orangnya.

Bahkan Killer-san dan Garm-san juga keluar. Jadi kelompok tersebut telah dinyatakan mulai mati atau memang mati. Pada saat itu, mau tak mau Hidler-san harus memasukkan anggota yang diusir kembali lagi, kurasa. Tapi jika si lembut Zorgr-san “Menyegel mereka” dengan nama sang raja iblis, atau dengan kata lain mengusir mereka, sepertinya mereka telah melakukan suatu hal yang sangat fatal..

Aku bertanya-tanya hal apa itu.

Sebuah gambaran mulai muncul di dalam pikiran.

『Yo, yo, kita adalah ketiga sang iblis. -PARARIKOPARARIKO-』

『Mama, ada tiga orang aneh di sana.』

『Miya-chan, jangan melihat mereka!』

『Geez~ apa-apaan dengan mereka? Mereka telah membangun si bayi!』

『Di sekitar ini terdapat rumah-rumah. Jangan berisik. Atau kau akan dihina oleh mereka.』

『Ketiga sang iblis; kau membuat keributan dengan orang lain. Tolong berhati-hatilah kalau ingin bertindak.』

『Heh! Kita lebih baik darimu, Hidler! Kami adalah tentara raja iblis yang kejam Yanno.』

『Yeah, yeah! Mari kita pergi dengan kecepatan penuh hingga dapat menyentuh langit.
-VROOM VROOM-』

Mungkin seperti itu, aku pun mulai mendapatkan ide yang sangat bagus.

――Jadi orang-orang seperti mereka juga ada di dunia ini!? Yaps, tentu saja ada banyak seperti mereka. Orang-orang seperti mereka bahkan dapat ditemukan di banyak tempat. Yakni orang-orang yang tidak memiliki akal sehat dan malah menyebabkan masalah bagi orang lain.

Ketiga sang iblis adalah seorang berandalan, jadi mereka bisa disebut “DQN” atau Dokyun.

“Dengan kata lain mereka itu Dokyun.”

“Oneesama, apa itu Dokyun?”

Oh! Pada saat itu juga Timu mengikuti percakapan ini. Waktu yang tepat. Semenjak dia juga berhubungan dengan kelompok tersebut maka aku akan menjelaskan arti Dokyun juga kepadanya.

“Kau tahu. Di kehidupanku yang dulu, sebutan ‘dokyun’ itu cocok pada orang-orang yang suka melanggar hukum.”

“Sangat cocok untuk kepribadian ketiga sang iblis, `kan?”

“Yep. Anak-anak berandalan seperti mereka juga turut ada dalam kehidupanku yang lama, dan kami bingung apa yang harus kami lakukan untuk mereka, mereka banyak sekali.”

“B-, banyak sekali orang kuat seperti mereka di duniamu?”

Si mesum(Nielsen) menanyakannya dengan terkejut. Tidak perlu juga sampai terkejut. Orang-orang seperti mereka juga banyak dan selalu ada di seluruh dunia, bukan?

“Yeah, banyak dan banyak. Ada banyak sekali orang seperti mereka yang bisa kau temui.”

“Sudah kuduga darimu Onee-sama! Kau telah bertarung dengan orang-orang seperti mereka tiap harinya!”

“Benar. Aku selalu terpukau akan kekuatan mengangumkan dari Tilea..”

Jujur, mereka sangatlah merepotkan. Di tengah malam mereka bakal membuat keributan di dekat toko serba guna. Di tengah malam mereka juga bepergian dengan menggunakan sepeda motor mereka yang telah dimodifikasi. Dan mereka memukul dan menendang siapapun yang mereka lihat.

Dan aku kehilangan banyak uang karena mereka dulu.

Ingatan burukku di masa lalu kembali lagi teringat.

Begitu. Dalam kasus ini, memang benar kalau hal itu adalah sebuah berita buruk. Ada yang harus diperlukan tuk dikorbankan. Jadi si mesum(Nielsen) dapat diandalkan juga.

“Tentu saja itu masalah serius. Niel, terima kasih sudah melaporkannya.”

“Saya dengan rendah dan sangat senang atas pujianmu pada saya.”

Sebuah kelompok Dokyun akan mengeluh soal keluarnya Timu. Tidak, sepertinya tujuan mereka itu adalah sesuatu yang lain. Mereka mungkin akan memulai masalah dengan Timu setelah mengetahui Timu adalah seorang Bishoujo.
Seperti itulah. Dasar kalian Dokyun berengsek. Jangan sekali-kali melayangkan jari pada diri adikku yang manis!

Aku butuh rencana. Pertama aku harus membuat ayah dan ibu tidak tahu hal ini sehingga masalah ini tidak akan berakibat bagi toko.

Rencana pertama: andalkan Remilia-san.

Remillia juga seorang petualang dengan peringkat S. Sebagai seseorang dari polisi nasional. Sejujurnya, satu atau dua Dokyun terlihat seperti sebuah kacang bagi Remillia San.

Masalahnya adalah apakah kepolisian nasional juga akan menuntaskan masalah sekecil ini? Sejujurnya, sepertinya tidak mungkin. Jika itu masalah yang dapat berakibat fatal bagi negara, itu hal lain lagi, tapi mereka tidak mungkin mau mendengarkan masalah tentang penjahat yang mau datang untuk mengeluh. Kemungkinan besar mereka akan memberikan saran. “Pergilah dengan penjaga kotamu.”

Rencana kedua: andalkan si pecundang(Bizef)

Menurutku, saham Bizef sekarang sedang mengalami penurunan. Tapi Bizef adalah seorang petualang. Dia menyukai menjadi polisi di kota ini. Mengesampingkan kekuatannya yang sebenarnya, otoritasnya itu juga besar. Jika dia memberitahukan siapa dirinya yang sebenarnya pada mereka dan mengatakan “Aku akan menahanmu”, Dokyun-dokyun itu mungkin akan ketakutan. Tapi Bizef itu adalah seorang pecundang. Jika dia pingsan sebelum memberikan peringatan, maka rencana ini akan menjadi sia-sia.

… Tidak, tidak. Ini akan baik-baik saja.. Karena saat itu hanya sebuah ilusi, tentu saja dia pingsan. Dia tak mungkin pingsan dengan para penjahat; sekumpulan dokyun, `kan?
Mungkin. Aku harus mempercayainya.

Rencana ketiga: berbicara dengan para Dokyun.

Yah, itu hanya pendekatan frontal, huh. Si mesum(Nielsen) dan aku akan mendekati mereka dan bernegoisasi dengan mereka. Tetapi sikap yang tulus dan bersungguh-sungguh tak akan berhasil dengan mereka karena hanya akan membuat kita yang malah dimanfaatkan. Kita hanya harus menunjukkan kekuatan kita ketika bernegoisasi, benar? Sementara bernegoisasi, kita perlu membuat mereka berpikir “Orang-orang itu sangatlah berbahaya. Kita akan mendapatkan luka lebam jika bermain-main dengan mereka. Aku tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi.”.

Kesimpulannya, aku tak dapat menggunakan rencana pertama. Kita akan menggunakan rencana kedua, jika malah gagal. Sepertinya kita harus menggunakan rencana ketiga. Dan juga hal yang ingin kuketahui adalah seberapa kuatnya mereka? Yah, mereka tidak mungkin sekuat seorang petualang, tapi mereka mungkin sekuat penjahat di kota kami.

Seluruh kekuatan perang kami hanya aku, Si mesum(Nielsen), si pecundang(Bizef), dan Timu.

Pertama… “aku”…

Aku telah melatih tubuhku saat masih mudah dengan memasak. Kupikir aku berada di bawah rata-rata dari kekuatan para penjahat. Hanya, kupikir aku tidak percaya diri jika melawan lebih dari satu penjahat. Maksudku, aku hanyalah seorang gadis berusia 17 tahun.

Kedua “si Mesum(Nielsen)”…

Antusiasnya itu sangatlah bagus, tapi kekuatannya setara dengan anak SD. Kurasa dia akan langsung pingsan hanya dengan satu kali pukulan. Karena penampilannya seperti seorang pria tua yang keren, aku malah memiliki penyesalan padanya. Dan juga, dia bahkan tak dapat dihitung sebagai seorang petarung, dengan kata lain. Dia hanya di sana tapi membuat otoritas kita menjadi besar.

Selanjutnya adalah si pecundang(Bizef)…

Aku telah mengetahui bahwa dia hanyalah seorang petualang bodoh. Salah satu hal yang membuat dia menjadi terhormat hanya karena dia petarung beranking C, dan posisinya sebagai ketua dari penjaga kota. Akan menjadi hal bagus jika para Dokyun ketakutan karena gelarnya. Tapi jika mereka adalah tipe yang berpikir “Polisi bukanlah apa-apa’!” dan bersikap keren. Lalu hal itu akan membuat masalah yang aneh. Dan apa lagi jika mereka mengetahui seberapa lemahnya si pecundang(Bizef) mereka pun akan menjadi sombong dan sombong. Dia mungkin tidak akan membantu sama sekali jika hal itu terjadi.

Terakhir, “Timu”…

Dia dapat menggunakan sihir, dia juga memiliki kaki yang cepat. Di kelompok kami, dialah yang paling berguna dan diandalkan. Jika kita membuat dia bersembunyi di belakang, maka dia pun dapat menembakkan sihirnya di saat yang tepat.
Tapi aku tak ingin dia tersakiti jadi lebih baik jika hanya aku, si mesum(Nielsen) dan si pecundang(Bizef), dan Timu berada di rumah.

Huhu, apa-apaan ini? Memikirkannya saja ingin membuatku menangis. Bukankah aku yang lebih diandalkan di sini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s