Elsword-Time Trouble|V1-2/ Deep Down

Elsword-Time Trouble[Bahasa Indonesia]

V1-2/ Deep Down

  • TL:BlueJack

Elder adalah kota yang sangat sibuk dibandingkan dengan Ruben.

Anggota El Search Party tidak bisa menahan kekaguman mereka terhadap jalan raya Elder yang lebar dan dipenuhi banyaknya orang. Elsword yang merupakan paling muda mulai tidak tahan melihat sekitar. Eve juga melihat semua orang dengan tatapan penasaran.

Dan tatapan Eve mulai mengarah pada Add……..Eve pun dengan dingin mengabaikannya. Mungkin cuma imajinasi Add saja tetapi Eve terlihat lebih waspada terhadapnya dibanding sebelumnya.

“ Okay, kalau begitu aku akan mencoba berbicara dengan Pak Hoffman jadi……”

Hoffman adalah merchant terhebat di elder dan juga teman lama kepala desa Ruben. El Search Party memiliki surat rekomendasi kepala desa Ruben berharap menemukan markas Bhantus dengan bantuan Hoffman.

‘Tapi menemui dia bersama sama seperti ini akan sulit..…… ‘

Rena mulai berpikir sambil melihat kelompok mereka. Lalu ia menunjuk Add.

“ Add, jaga anak-anak ini untukku agar mereka tidak tersesat oke? ”

“ kenapa aku harus melakukannya……”

Add mulai bergumam tapi seyuman tak berdayanya membuat Add terpaksa berbalik menjaga anggotanya yang lain.

Eve dan Elsword sedang tidak waras, mata Ara mulai berkilau dengan kagum. Tangannya mulai terkatup rapat. 

“ ini pertama kalinya aku melihat jalan seperti ini! Sangat mengagumkan! “

“………”

Raven sudah pergi dan jika Rena juga pergi maka, orang dengan mental usia tertinggi di kelompok ini adalah…..Add.

Rena mulai menyeringai ketika melihat Add mengeluh.

“ jangan murung seperti itu. Kalau kau bisa menjaga anak-anak ini akan kuberi hadiah nanti “

“ kukuk, kau juga memperlakukan seperti anak kecil……..menjijikkan! 

Add mulai menunjukkan ketidaksetujuan tapi Rena mulai membuat senyum nakalnya dan mulai bicara tiba-tiba.

“ Aku tahu kau ingin sendirian dengan Ara tapi kau tidak perlu terburu buru “

“…….Mengapa kau bisa mengatakan hal aneh seperti itu “

“ Lalu mengapa kemarin kalian berdua kembali bersama~? Dari hutan gelap, ditengah malam~? “

Add mulai mengerutkan keninggnya.

“ Aku tidak seperti itu denganya, jangan salah paham “

“ Baiklah aku tahu, aku tahu kau ada di usia yang sulit, tapi kakak akan memarahimu kalau kau membuatnya menangis mengerti? “

“ Bukan begitu. Kau sudah salah paham “

Add terus membantah tapi Rena mendengabaikannya. Dia melambaikan tangannya dan pergi menemui Hoffman.

Add yang sekarang ditunjuk sebagai ketua(?) mulai mengeluh dan melotot pada Ara. Dia mendapat kesalahpahaman yang tidak perlu karena ia kembali dengannya tadi malam.

Tapi menyadari tatapan membakar(?) Add, Ara mulai terseyum malu dan entah mengapa wajahnya menjadi merah.

“……Hmph”

Add mendapat rasa asam dimulutnya ketika mengingat kejadian malam itu.
“Aku akan menolak”

Tidak ada gunanya memikirkan itu. Add mengatakannya dengan sombong sambil meletakkan Dynamo di belakang punggungnya.

“Aku tidak membutuhkan bantuan dari rubah,serigala atau apapun itu. Aku sendiri yang akan mendapatkan Eve. Aku tidak butuh bantuan dari benda mencurigakan seperti mu”

“tapi dari semua anggota Search Party……tidak akan ada siapapun yang berpihak dengan bocah jika bocah menunjukan taring nya. Apa aku benar?”

Add meringis deduksi tajam Eun yang menggelengkan kepalanya.

“Kukuk,bagaimana bisa aku percaya orang yang tiba tiba mengatakan akan membantuku?”

“Terdengar seperti kesimpulan. Lalu apa kau berencana merekrut Ara? Apa kau berencana menipunya dengan mengatakan bahwa Eve adalah Nasod jahat atau Eve yang mengendalikan Nasod terkontaminasi?”

“………..”

Apa benda ini bisa membaca pikirannya?! Add benar benar terkejut karena rencana itu adalah yang ia pikirkan. Add masih menggelengkan kepalanya.

“Dari awal aku tidak punya alasan untuk memberitahumu rencanaku……”

Add tidak bisa membayangkan bagaimana dia bisa mengetahui tujuannya untuk menangkap Eve. Apa karena dia adalah hantu yang bisa merasuki tubuh hingga bisa menggunakan trik aneh itu?

“Sudahlah, pergi. aku tidak mau berurusan dengan mu”

“Baik, tapi beritahu aku jika kau berubah pikiran. Aku biasanya tidak muncul ke permukaan tetapi berbicara dengan anak ini sama dengan berbicara denganku”

“Hmph….”

“Oh, biar aku beritahu bila mungkin kau khawatir. Keasadaran anak ini akan tertidur jika aku muncul ke permukaan. Jadi kau tidak perlu memikirkan kejadian waktu itu”

“…….pergilah”

Add meringis sambil memutar wajahnya. Dia benar benar lupa. Walau tidak sengaja ia akhirnya melihat tubuh telanjang Ara.

Namun, itu membuatnya merasa lega jika yang dikatakan Eun itu benar.

“Malam yang indah……tapi waktunya kita berpisah”

Dengan rambut Ara berubah hitam, mata merah darah nya juga kembali seperti semula dan ke 9 ekor itu pun menghilang tanpa jejak.

Adddengan enggan melihat kejadia itu 89 lalu tubuh Ara condong kedepan seperti akan jatuh. Secara alami Add menangkapnya untuk membantunya. Tapi kemudian Ara membuka lebar matanya bergegas mundur.

Bump!

Ara mundur terlalu cepat dan punggungya mulai terhentak ke pohon. Dampaknya sangat besar hingga meninggalkan benjolan di kepala Ara. Dia menahan rasa sakit pada kepalanya sementara waktu.

“Owowowowow”

Ara, sambil terbungkus nyeri dengan hati hati mengankat kepalanya ke atas dia terlihat terkejut.

“T,tuan Add?”

“…….um”

Dia mulai mendekat kepada orang yang membantunya. Add mencoba melakukannya tanpa berpikir panjang tetapi mereka berdua mulai mendekat satu sama lain di tengah hutan gelap.

Jika kata kata Eun bisa dipercaya, ingatan mereka tidak akan terbagi…..dari mana dia mulai menjelaskan?

Ketika Add bingung untuk berpikir harus mengatakan apa, Ara bertanya dengan tatapan cemas.

“Apa mungkin kau baru saja berbicara dengan Dewa Eun”

“Dia tidak menyenangkan……”

Rasanya seperti Eun bisa membaca pikiran orang lain dan Add tidak suka, Ara mulai tersenyum sedikit dan mengatakan padanya”

“Dia memang nakal tapi dia sebenarnya orang baik” 

“Kau bodoh jika mencoba percaya pada sesuatu seperti hantu”

“Dewa Eun bukan hantu dia adalah Roh langit”

Ara mencoba protes tapi Add tidak mendengar kan. Dia lelah karena banyak hal yang tidak terduga terjadi sekaligus.

“Aku akan kembali. Ikuti aku”

“Huh? Kemana?”

“…..Kau pasti akan tersesat jika kutinggal kau pulang sendiri”

Add tidak menjelaskan lebih banyak dan mulai pergi kembali dengan berdiri diatas Dynamo mengambangnya. Ara mengikuti dari belakang.

Add tidak peduli jika Ara tersesat……..tapi dia melakukan sesuatu yang tak dapat di maafkan ketika ia tidak sadar dan dia takkan tahu apa yang akan terjadi kedepannya jadi bagus untuk mendapatkan kesan baik darinya.

“Hmph….”

Add mengingat usulan mendadak Eun soal akan meminjamkan kekuatannya. Dia tidak berencana menerima usulan mencurigakan itu. Tapi pasti ada cara menggunakan ini sesuai keinginannya jika ia merencankan degan matang.

“Kukukukuk……..”

Hari dimana ia akan mendapatkan Eve akan datang lebih cepat. Add tertawa dengan semangat sambil termandikan angin malam.

“ Tuan Add tunggu. Hiii! Aku takut“

Tetapi suara ketakutan yang muncul dari belakang menghancurkan suasananya.
Ketika dia kembali ia mendapati kesalahpahamanya Rena dan tatapan dingin Eve sebagai tambahan. Lupakan mereka kenapa harus Eve?

Add mengalihkan pandanganya dari Ara untuk melihat Eve tapi terkejut melihat ia sudah tidak ada disampingnya lagi. Kemana dia pergi sambil berpikir kejadian tadi malam? Di tambah Elsword pun juga hilang.

“……Kemana Eve pergi?”

“Huh? Apa Nona Eve pergi ke tempat lain?”

Ara terlalu sibuk melihat orang-orang di jalanan hingga ia baru ingat jika salah aati anggota nya hilang. Lebih baik jangan mengharapkan apapun dari nya.

Add Dynamo juga tidak bisa membantu di situasi ini. Dynamo memiliki fitur memindai medan dan melacak makhluk hidup tetapi ia tidak memiliki fungsi untuk mengenali makhluk hidup.

Tidak mungkin dia bisa melacak seseorang di tengah keramaian. 

“Tch…..akan ku tambahkan nanti”

Masalah utamanya bagaimana ia akan menemukan Eve. Haruskah dia memindai di udara dengan Dynamo nya.

“Tanya rubah itu. Apa dia melihat sesuatu?”

“Dewa Eun? dia bilang mereka berjalan sambil bergandengan tangan”

“……tangan, kaki siapa peduli? Kemana mereka pergi”

“Dia juga bilang kalau langkah kaki mereka  juga sama……..Tuan Add kau menakutkan”

Add mengambil nafas dalam setelah melihat raut wajah Ara yang ketakutan. Ayo tenang, Elsword tidak mungkin kabur dengan Eve.

“Kenapa dia jadi tidak tenang?”

“Dia bilang mereka pergi ke pedagang minuman.

“……Dimana? tunjukkan padaku”

Ara mengangguk dan mulai pergi menuju kearah keramaian. Add menahan detak jantungnya dan mulai mengikuti Ara.

Aneh, mengapa jantungnya terus berdetak cepat hanya karena Eve menghilang dari pandangan nya? Apa terjadi sesuatu yang aneh pada dirinya?

“Aku harus memeriksa kesehatan ku nanti….”

Tak ada keanehan apapun terjadi pada pemeriksaan kesehatannya setelah “terbang ke zaman ini”, tapi keanehan lainnya mungkin bisa muncul setelahnya. Mungkin Add melakukan ‘hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah’, wajar saja jika banyak hal aneh terjadi pada tubuhnya sebagai efek samping.

Add menahan detak jantung sambil mengikuti Ara dan akhirnya menemukan Elsword yang membuat keributan di kedai minuman.

Dan Eve berada disampingnya.

“Phew…..”

Menghembus kan nafas lega, Add menyadari situasinya dan mulai tertawa. Elsword anak itu pasti merengek ingin membeli minuman jadi Eve ikut bersama nya. 

Anak itu….

“Membeli dua jus apel itu jauh lebih murah”

“Itu tidak bisa karena aku ingin minum limun. Limun juga lebih murah jika beli dua”

“Terakhir kali aku sudah membelikan yang kau mau! Sekarang adalah giliranmu”

“Sudah lama aku tidak punya waktu luang; aku hanya membuat pilihan yang logis”

……Mereka berdua bertengkar soal minuman apa yang mau dibeli. Kehilangan kata kata, Add berjalan menuju mereka. Elsword dan Eve menyadari munculnya Add mereka berdua berhenti bertengkar.

Mereka berdua tidak mengatakan apapun dan mulai terlihat waspada terhadap Add. Baik keduanya tidak memiliki kesan yang baik terhadap Add.

“Kukukuk, baiklah. Kali ini biar aku yang traktir. Minumlah yang kalian mau”

“……..Sungguh”

Ekspresi Elsword menjadi cerah. Eve diam diam menatap Add lalu berbicara. 

“Jangan beritahu kejadian ini pada Rena. Dia bisa khawatir akan membahayakan gigi kalian jika minum terlalu banyak”

“Umm,umm apa kau juga akan mentraktirku?”

“Kukukuk, lakukan sesukamu”

Ara dengan hati hati menimpali saar Add mengaanguk. Untuk membuat anak anak diam (walau Ara lebih tua dari Add) dengan mengisi mulut mereka adalah yang terbaik. Minumannya sangat mahal tapi Add merasa bosan dengan itu.

Setelah mendapat keuntungan dari pemasukan Add, Elsword, Eve, dan Ara hanya menghisap jus mereka. Add juga meminum cherry sambil melihat kesempatan untuk berbicara dengan Eve.

Untuk melakukan itu akan lebih baik Elsword tidak ada di sampingnya.

Saat Add sibuk memikirkan cara berbicara dengan Eve, Ara yang sudah meminum setengah jusnya tiba tiba ia mengambil tombaknya dan mulau berbicara dengan Elsword.

“Tuan Elsword, ada yang ingin kubicarakan  denganmu. Bisakah kau ikut dengaku?”

“Merepotkan. Apa tidak bisa bicara disini saja?”

“Ini agak penting”

Elsword berdiri sambil menggaruk kepalanya. Berputar dan mencari Eve dan mengatakan padanya.

“Jangan kemana mana dan tetaplah disini. Kau akan tersesat jika kau pergi sendiri”

“Aku tidak pernah tersesat”

“Jangan buat aku mencarimu lagi”

Elsword mengikuti Ara dan pergi sambil menyandang pedang besar di bahunnya. Add tidak mengharapkan ini tapi sekarang ia akhirnya bisa sendirian dengan Eve.

Okay, mereka sudah pergi. Sekarang waktunya gunakan kesempatan ini dan curi Core nya!…….tidak.

Eve juga sangatlah kuat dan bahkan Add tidak bisa menjamin akan menang melawannya. Bukan hanya itu Add juga enngan melakukannya itu di tengah hari dan dipenuhi banyak orang.

Add terus diam untuk mencegah percakapan terjadi. Dia perlu mengalihkan waktu sementar dia sulit untuk mengatakan sesuatu. Dia mulai memperhatikan orang orang yang lewat. Memang benar lalu lintas disini lebih ramai dibanding Ruben……..

‘Ini aneh’

Mengapa ia tidak melihat perempuan mana pun diantara keramaian ini? Add mulai menyipitkan matanya dan mulai mengamati dengan sekasama. Kemudian dia mendengar suara yang dingin.

“Jika kau mau mengatakan sesuatu, lebih baik kau katakan sekarang”

“Kukukuk……”

Add mulai tertawa pelan ketika Eve mencoba memecah keheningan…….Sekarang dia tertawa. Pikiranya masih belum tersusun.

“Jika kau tidak mengatakan apapun aku akan menemui Elsword sekarang”

“Tunggu”

Add mehentikannya. Eve menahan langkah tetapi tidak merubah ekspresinya. Lagipula dari awal Nasod memang tidak merubah ekspresinya…….tetapi hanya bayangannya saja? Tatapannya jauh lebih dingin dari sebelumnya.

 Sejak malam itu.

“Ara Haan memang lambat tapi dia gadis yang baik. Bersikap baiklah padanya”

“Aku bilang tunggu”

Add menahan detak jantungnya dan mencoba mengulur waktu. Detak jantung cepat yang ia alami sebelumnya ketika Eve menghilang muncul lagi.

“Tidak ada hubungan apapun antar aku dan Ara.  Kau sudah salah paham ketika kami kembali dari tadi malam. Dia tersesat dan aku hanya mengantarnya pulang.

“Begitu kah? Aku mengerti”

Baiklah detak jantung cepatnya mulai berhenti. Akhirnya setelah mendapat kesempatan berpikir. Add mulai menanyakannya hal yang sudah ia pikirkan dari tadi.

“Apa hubungan yang kau punya dengan Elsword?”

“Kami hanya rekan seperjalanan”

Add mulai tersenyum lega mendengar jawaban Eve. Analisis bagaimana mesin ini bisa berbohong padahal tujuannya sudah lama terpenuhi.

“Kalian berdua tidak terlihat seperti rekan seperjalanan biasa bagiku”

“Kenapa kau mau mengetahui itu?”

Tatapan Eve mulai menjadi tajam tapi Add tidak peduli. Sangat menarik melihat berbagi reaksi Eve; sebagai peneliti ini mengagumkan.

Dia ingin melihat berbagai sisi dirinya dengan berbicara dengannya.

“Ngomong-ngomong…….aku tidak memiliki kesempatan berbicara denganmu soal kemarin. Aku bisa menanganinya tanpa bantuan darimu”

Eve berbicara soal bagaimana Add melindunginya kemarin dari serangan Nasod penambang 

“Kukuk. Itu memalukan”

Yah jika kau memikirkannya, itu mungkin bisa jadi kesempatan besar untuk melihat sejauh apa kemampuan Eve. Tapi saat itu, tiba tiba Nasod muncul dan ia tidak sempat berpikir.

Tapi Eve pasti berpikir bahwa Add menjawabnya dengan menyindir karena membuat perasaannya tersinggung. Tetapi, ini hanya membuat Add makin menikmatinya.

“Tapi karena itu sudah terjadi, aku harus berterima kasih padamu”

“Kukukuk, itu tidak perlu. Aku hanya kebetulan bertemu denganmu. Lain kali aku akan berhati hati”

“………..”

Eve pasti mengira Add hanya mengejek nya karena wajahnya kini mulai mejadi merah….apa dia malu? Add pun mulai terpesona olehnya tetapi wajah Eve mulai menjadi kaku dan mulai mengubah topik.

“Aku mencoba menganalisis Nasod yang kemarin. Mereka terkontaminasi”

“Terkontaminasi? Oleh siapa?”

“Aku tidak yakin. Metodenya tidak bisa kuketahui”

Walau tidak dijelaskan secara jelas ia dapat langsung mengetahuinya bahwa Eve adalah Nasod kelas tinggi. Tak dapat dibandingkan dengan kemampuan bertarungnya dan kemampuan mengambil keputusannya dan kemampuan mengepresikan emosinya……dia adalah termasuk Nasod tingkat tertinggi yang pernah ada dalam semua sejarah.

“Aku mengerti. Lalu……apa yang terjadi? Seorang bandit biasa dapat mengkontaminasi Nasod dan menggunakannya sebagai bidaknya? Kau pasti bergurau”

“Aku juga ingin mengetahuinya”

“Kita harus menanyakan langsung orang itu kukukuk”

Semangat Add mulai bergejolak setelah melihat anggukan Eve sebagai jawaban untuk menangkap Bhantus dan mengintrogasinya. Dia mulai mengarahkan tangannya kepada Eve.

“Aku akan bekerja sama menangkap pria itu denganmu dan membuatnya mengatakan yang sebenarnya”

“………..”

“Aku penasaran bagaimana caranya dia melakukannya kukukuk”

Tetapi Eve tidak terlihat senang memegang tangan Add. Eve mengakui kalau dia tidak mengetahui tujuan Add sebenarnya, dia juga sangat sangatlah kuat dan tak dapat diremehkan. Tidak hanya mampu membaca suasana, pengetahuannya tentang Nasod jugalah tinggi. 

Eve ingin tahu mengapa para Nasod menuruti perintah Bhantus dan menyerang mereka. Bagi Eve sudah jelas bekerja sama dengan Add adalah keputusan yang benar.

Tetapi pikiran Add sekarang masih terngiang dengan jabat tangannya dengan Eve.

Sentuhan pertamanya dengan Nasod terkuat. Jari yang di dibalik sarung tangannya sangatlah panjang dan halus.

Saat Add masih terkagum kagum dan penasaran. Eve mencoba menarik tangannya sekarang jabat tangan sudah selesai. Secara naluri Add terus memegang tanganya. Eve mulai berbicara dengan kaku.

“Salamannya sudah berakhir”

“T,tunggu beri aku waktu”

“Aku tidak bisa menelaah maksudmu” 

“Biarkan aku mengukur temperature nya. Beri aku 3 menit. Ah, tapi aku juga ingin melakukan biopsy”

“……..aku makin tidak mengerti maksudmu”

Eve merasa jijik dengan Add yang masih tidak waras dan senyum kagumnya. Eve tidak tahu mengapa Add bertingkah seperti itu tapi itu membuatnya sangat menjijikan.

“Lepaskan”

“Tunggu masih ada 2 menit 21 detik lagi”

Eve yang beradu mulai menarik tangannya dan Add tetap tidak melepaskan. Eve mulai kesal dan mulai menggunakan Gears nya. Add pun juga mulai menggunakan Dynamo nya sebagai jawaban.

Add tidak bermaksud sejauh itu tetapi ia tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi setelah secara langsung membuat kontak dengan Eve.

Ketika Eve sudah tidak tahan dan mulai menyerang dengan Gears nya. Sebuah suara muncul dibelakang mereka berdua.

“Hmmmm, sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat, haruskah aku kembali?

“…………….”

Sejak kapan dia muncul? Terkejut, Add menoleh kebelakang. Rena menghentikan terbatuk palsunya dan mulai tersenyum lebar. Eve menggunakan kesempatan itu lalu melepaskan tangannya. Tetapi Eve juga sedikit terkejut dan menarik kembali Gears nya.

“Bukan apa-apa, Rena”

“Oh, baiklah haruskah aku kembali nanti?”

Eve mendesah lalu mengunci mulutnya. Rena mulai tersenyum nakal.

“Aku tidak akan memberitahu Elsword dan Ara soal ini. Tidak apa apa kan?

“Rena, aku tidak seperti itu dengannya”

“Tidak perlu khawatir, aku akan  merahasiakan ini”

Rena tersenyum lebar dan Eve mendesah panjang. Add yang tidak berniat bergabung dengan mereka. Ia lalu melihat tangannya.

Seperti yang ia kira, Eve sungguh sangat berharga. Hingga membuatnya menjadi tidak waras.

“Sebenarnya aku melihat Elsword dan Ara ketika aku kembali. Sepertinya mereka sesuatu yang serius jadi aku tidak berbicara dengan mereka” 

“Aku akan menjemput mereka nanti” 

“Dari yang aku dengar dari Pak Hoffman…..para bandit menngunakan gua ini sebagai markas. Bhantus pasti kabur kesana. Kita mungkin bisa mencarinya sambil mengalahkan para bandit disana. Ayo kita istirahat dan melakukannya besok.

“Gua, bagaimana dengan hutan?”

Add tiba-tiba bertanya. Rena mulai menatapnya dengan aneh tapi Add terus berbicara seakan bukan apa-apa.

“Bukankah disana ada Ent yang mengamuk di Shadow Forest? Roh hutan yang mengamuk pasti akan menyebabkan kekacauan. Bukankah seharusnya kita menyelesaikan masalah ini lebih dulu?”

“Apa sebenarnya tiba tiba kau katakan? Ent adalah pelindung hutan yang lembut. Pak Hoffman juga tidak mengatakan apapun soal itu”

Add mengatakannya seakan itu terjadi. Add berkedip saat Rena menatapnya dengan aneh. Rasanya seperti ia baru bangun dari mimpi.

“Kukuk……sepertinya aku cuma berhalusinasi”

Sebelumnya, jantung nya mulai berdetak cepat dan sekarang ini. Pasti sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya. Dia harus melakukan pemeriksaan secepatnya.

“Baiklah istirahat yang nyenyak dan kita akan pergi besok pagi”

Add dan Eve pun mengangguk setelah Rena berbicara.

Di pintu masuk menuju gua bandit, El Search Party berjalan membentuk formasi.

“Uuu, aku tidak suka tempat gelap”

“Jangan tertinggal dibelakang. Tetaplah di formasi Ara Haan”

“Kukuk, untuk bandit biasa mereka memilih tempat yang bagus”

“Jangan teralu senang dulu. Waspadalah”

Rena berdiri di depan formasi. Puluhan bandit terus jatuh setiap Rena menembakan panahnya.

“Ini aneh, gua terlihat seperti hanya memiliki satu arah”

“Apa makasudmu? Kukuk”

“Bahkan kelinci pun memiliki lubang lain untuk kabur kan? Kenapa bandit menggunakan tempat yang tidak menguntungkan ini sebagai markas mereka?”

“Pria itu tidak terlihat seperti memiliki kecerdasan yang tinggi”

Add setuju dengan pendapat Eve. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya Bhantus hanyalah si besar yang lemah. Dia bahkan tidak dapat mengalahkan anggota party terlemah mereka Elsword dan kabur begitu saja.

Walau begitu ia masih tidak dapat mengetahui bagaimana orang selemah itu dapat mengendalikan Nasod.

“Kuku, aku akan mengetahuinya setelah menanyakannya langsung………apa yang kaulakukan?”

“Hiii, S,serangga!”

Dengan raut wajahnya yang pucat, Ara menempel pada punggung Add dan menunjuk kearah dinding gua. Seperti yang ia katakan dinding tersebut dipenuhi laba-laba dan serangga berkaki banyak lainnya.

“Itu sudah biasa di gua…….sekarang lepaskan aku”

Bagian empuk Ara menyentuh punggung Add dan itu menggangu.

Add tidak membiarkan itu terjadi dan mencoba melepaskan Ara. Tetapi makin membuatnya memasukan wajahnya ke dalam tudung Add.

“Yang benar saja……”

Merasa kesal, Add mengeluarkan Dynamo nya untuk menghabisi semua serangga tersebut. Lalu Eve menggunakan Electroonball untuk membakar semua serangga hingga bersih. Dibanding Skill nya, Add lebih kagum dengan caranya Eve mengendalikan dengan cermat pengeluaran energinya hanya untuk menghancurkan serangga tanpa membuat dinding tersebut hancur.

“Sudah tidak ada lagi. Ara Haan”

”Su,Sungguh?”

“Jadi tetap lah di formasi. Ini markas bandit”

Ara akhirnya mengangguk dan menyingkir dari Add. Eve mulai menatap dan bertanya pada Add.

“Gunakan benda itu untuk melacak musuh”

“Kukuk, bukan ‘benda itu’ namanya Dynamo”

Add mulai menerbangkan Dynamo kedepan sesuai permintaan Eve.

Rena sudah mengalahkan semua bandit sendirin dan hanya tersisa para bandit lemah disini. Tetepi Add tetap melakukannya sesuai permintaan Eve.

Add lalu melihat Elsword yang tidak mengatakan apapun sejak masuk kedalam gua. Dia benar benar hening dan itu mengganggunya.

“Yah itu lebih baik dibanding dirinya yang berisik”

Apa yang sebenarnya ia bicarakan dengan Ara?

Jika dipikir lagi, sejak Eun megetahui kalau ia mengincar Eve, Ara juga mungkin mengetahi rencana Add dari Eun.

Ara bisa saja mengetahui soal rencananya Add 

Add menatap Ara dengan dingin tetapi ia sedang menepuk tangannya lebar lebar dan mulai jatuh tersandung batu.

“Phew, hampir saja aku jatuh lagi”

Si kikuk Ara itu tidak mungkin bersikap setenang itu jika dia tahu Add mengincar Eve.

Entah mengapa Eun menjaga rahasia Add untuk sekarang.

“Rena”

Elsword mengangkat kepalanya dan mulai memanggil Rena yang berada di depan formasi. Rena melihat kebelakang setelah mengalahkan bandit keduapuluh.

“Aku ingin minta tolong padamu. Aku ingin mencoba melawan Bhantus seorang diri”

“Oh? Tentu silakan”

Rena pun langsung menjawab tanpa pikir panjang. Ini mengejutkn Elsword yang membuat permintaan tersebut.

“Sungguhkah aku boleh”

“Kau mengatakannya karena kau menginginnya kan? Kalau begitu berjuanglah. Aku akan mengawasimu.

“Tapi….. karena aku lah yang Bhantus bisa kabur….”

Elsword berbicara dengan ekspresi yang gelap di wajahnya. Rena menurunkan busurnya dan menggelengkan kepalanya.

Jika sebelumnya kau tidak berhasil, kau hanya harus melakukannya lebih baik kali ini. Jika saat ini kau juga tidak berhasil, berikut nya kau harus melakukannya lebih baik lagi.

“…….baik, aku mengerti aku akan menangkapnya kali ini”

Dia tidak mengatakannya dengan jelas tetapi Elsword mengira bahwa Bhantus kabur karena dia tidak cukup baik.

Sekarang dia sudah gusar untuk memperbaiki kesalahannya itu.

“Teralu Lunak…..”

Elsword cukup terlatih untuk seumurannya. Kekuatannya untuk menggunakan pedang besar yang bahkan lebih besar dari berat tubuhnya sendiri dan kemampuan sihirnya berada dia atas rata rata anak seumurannya.

Tetap saja dia adalah yang terlemah dari semua anggota Search Party. Add dapat mengalahkan nya dalam 5 detik jika ia mau.

Elsword yang gusar dan ingin memperbaiki kesalahannya dan Rena yang mengijinkannya.

“Aku akan medukungmu Tuan Elsword”

Dan Ara yang tesenyum cerah.

“………..”

Dan Eve yang tidak mengatakan apapun dan terlihat puas. Mereka semua teralu lunak.

Add memasang tudungnya dan mengeluh. Dia tidak suka dengan atmosfir dimana semuanya dengan hangat mendukung Elsword.

“……Apa apaan itu”

Dia tidak sedikit pun peduli dengan Elsword.

Menangkap Bhantus, membongkar caranya dia mengendalikan Nasod lalu menggunakan informasi tersebut sebagai umpan untuk menangkap Eve.

Itu adalah 3 tahap rencana yang sempurna.

“Kukukukuk……”

Add sedikit tertawa sambil melewati gua tersebut.

Karna usaha Rena, El Search Party dapat melewati para bandit dan ditambah sekumpulan kelelawar tanpa terluka dan mencapai markar utama bandit.

“Tidak mungkin! Kalian masih hidup?! Dan bagaimana kalian bisa menemukan ku?”

Bhantus dengan sombong duduk diatas meja dengan dikelilingi harta karun. Terkejut, dia berdiri tergesa gesa. Banditnya mulai menatap kearah Search Party dengan senjata di tangan mereka.

“Jadi Tuan Bhantus disinilah kau rupanya. Turunkan senjatamu perlahan!”

“Tidak ada tempat untukmu kabur. Menyerahlah atau kau akan terluka”

“Hadapi aku Bhantus!”

“……bagaimana dengan phoru?”

Setiap Party yang sudah mengatakan kalimat mereka terhadap Bahntus semuanya menatap kearah Add ketika ia sedang bergumam ini. Tatapan mereka seperti mengatakan ‘apa yang sebenarnya kau katakan’. Add menjelaskannya karena sudah terlihat jelas. 

“Raksasa merah Phoru harusnya sudah muncul…..”

“Kenapa, kau suka Phoru”

“Aku tidak tahu kau punya hobi tidak biasa seperti itu”

“Phoru itu imut! Aku suka mereka”

“Ah-ha, jadi Add suka Phoru ternyata? Manis sekali~”

Wajah Add mulai memanas dengan tatapan hangat  semuanya. Kenapa ia diperlakukan seperti tersadar karena omong kosong?

” Jangan main main denganku! Disini….”

“Kita tidak bertemu dengan Phoru manapun dalam perjalanan disini”

Add menutupi penutup matanya dengan tangannya setelah mendengar kata kata dingin Eve. Kenapa tiba tiba dia mengatakan itu?

Dia sendiri tidak mengerti. Apa mungkin ini efek samping dari ‘lompatan’ ini anehnya mempengaruhi tubuh dan pikirannya?

“…..Lupakan yang aku katakan”

“Phoru itu memang empuk dan rasanya nyaman sekali ketika memeluk mereka’ aku tahu rasanya”

“Kalau begitu dia bisa memeluknya sekarang”

“Aku tidak mengira kau orang seperti itu……..aneh”

“Teman teman jangan begitu. Aku juga suka Phoru. Ta,tapi tidak mengira A,add memiliki hobi seperti itu. pfffft”

“…….aku bilang lupakan!!”

Dengan wajahnya yang memerah, Add berteriak sangat kencang hingga membuat semuanya berhenti bicara.

Tapi Ara tetap saja menatap Add dengan pandangan yang mengatakan ‘aku mengerti apa yang kau rasakan’, Elsword menatapnya layaknya monster langka dan Rena mencoba menahan tawannya………..dan rasanya mengesalkan.

……Dua lega setidaknya Eve tidak menunjukkan ekspresi apapun. Lalu Eve berbicara.

“Jika kau mau, kita bisa mencari Phoru saat kembali”

“Ide bagus, aku juga ingin bermain dengan Phoru!”

“Kubilang hentikan……..”

Add merasa di intimidasi dan merasa mau pingsan. Lalu sebuah teriakan muncul dari sisi lain dari gua.

Beraninya kalian! Apa kalian menghinaku? Jangan harap kalian bisa pergi dengan selamat setelah menyusup ke markasku!

Bhantus merasa kesal karena anggota El Search Party berbicara di antara mereka sendiri dengan bahagianya tepat didepannya selayaknya mereka ingin piknik.

Situasinya akan berbeda jika Bhantus sendirian. Tapi sekarang dia membawa 30 bandit elit bersama dengannya.

“Maaf, aku ingin kalian menyerah sekarang juga. Tapi aku membuat janji”

“Dasar mahluk rendahan. Tak bisa menilai perbedaan kekuatan tempur kita”

“Siapapun boleh, seranglah aku!”

“Hm, haruskah kita mulai?”

“……..Suasanaku tidak baik sekarang. Lebih baik kau diam!”

El Search Party tidak menunjukkan rasa takut terhadap para bandit yang sangat marah di hadapan mereka.

“Beraninya kau! Semua! Serang! Tunjukkan bertapa menakutkannya Bandit Bhantus itu”

“Yaaaaaaaaah!!”

Semua 30 bandit berteriak sekaligus dan menyerang El Search Party.

 “Uwaaaaahh!”

“Waaah!”

“Kwaagh!”

Lalu 30 teriakan terdengar keras menembus gua besar disaat semua bandit terjatuh ke lantai. Ketika Eve mengayunkan cambuknya, Add menembakan gelombang kejut dari Dynamo nya, Rena menembakkan panahnya dan akhirnya Ara dengan mudah mengayunkan tombaknya, akhirnya gua besar itu bersih dari para bandit.

Itu adalah 5 lawan 30 tapi tidak butuh waktu 5 detik untuk mengakhiri pertarungan.

“……Ugh?”

Bhantus terkejut lalu melihat sekitar. Tapi gua besar ini hanya memiliki satu jalan keluar. Tidak ada tempat untuk lari.

Menangkap Bhantus sekarang lebih mudah dibanding membalikan halaman buku……tapi Rena melihat kearah Elsword.

“Ok, Elsword aku sudah janji kan? Maju dan bertarunglah”

“Baiklah!”

Elsword berteriak sambil memegang pedangnya dan mulai maju sendirian ke arah Bhantus.

Dengan dikalahkannya semua rekannya, Bhantus masih memikirkan jalan untuk kabur. Dia melihat Elsword datang menuju kearahnya sendirian dan kesal.

“Apa kau akan menghadapiku sendirian lagi? Kau teralu meremehkanku!”

“Tidak peduli siapa yang ku hadapi. Aku tidak punya waktu untuk terus menjadi lemah”

Elsword dengan tenang menurunkan langkahnya.

“Ayo pak tua. Kali ini akan berbeda”

“Hmph, sepertinya kau tidak pernah diajarkan bertapa kejamnya dunia itu”

Bhantus ragu ragu walau ia berbicara sombong. Bahkan jika entah bagaimana dia bisa mengalahkan Elsword, empat orang yang masih tersisa sangatlah kuat.

Mustahil untuknya kabur dari sini.

“Kami akan melepaskannu jika kau bisa mengalahkan Elsword”

Eve yang tiba tiba memeberi usul terhadap Bhantus yang kesulitan. Dia tidak dapat percaya apa yang sudah ia dengar dan mulai meminta kepastian.

“Sebaiknya kau tidak berbohong”

“Nasod tidak pernah berbohong”

“Kahahahaha!! Baiklah. Sebaiknya kau tepati janjimu setelah aku mengalahkan bocah ini”

“Bhantus yang berbicara dengan percaya diri mulai mengangkat pedangnya. Tapi ia mulai ragu ragu ketika melihat Elsword dengan kuda kuda rendah menatap Bhantus dengan tatapan tak tergoyahkan.

Layaknya ia tidak tertarik apapun selain pertarungan ini, itu adalah kosentrasi yang sangat kuat.

“Ugh…..”

Add yang menonton dari jauh mulai bertanya pada Eve sementara Bhantus mengerang karena ragu ragu.

“Kenapa kau memberikan syarat yang tidak berguna seperti itu? Bagaimana jika dia kalah?”

“Yah, ini akan jadi merepotkan jika Bhantus tidak fokus bertarung. Elsword mencoba serius melawan Bhantus akan buruk jika pikiran lawanya sedang tidak fokus ya kan?

Rena menjelaskan pada Add sebagai gantinya. Eve mengangguk sebagai tanda setuju. Tatapan Eve sekarang ini sedang fokus terhadap Elsword.

Add bisa mengerti dengan reaksi Eve karena mereka sudah kenal sejak lama……..tapi Add menahan ketidaksenangannya dan bertanya pada Rena.

“……Aku tidak mengerti. Kenapa kalian sangat baik dengan Elsword?”

“Hmm? Dia pekerja keras? Sangat mengaggumkan melihata dirinya berusaha menjadi lebih kuat”

“Tuan Elsword ingin menjadi kuat! Dan dia pasti akan bisa lekas”

Bahkan Ara pun mulai bergabung dan Add mulai mengeluh.

Memang benar pencapaian Elsword sangat mengagumkan dibandingkan usiannya. Tapi Add masih tidak tahu mengapa dia dianggap sangat berharga.

“Aku masih tidak mengerti……”

“Elsword pasti akan menjadi lebih kuat dibanding siapapun”

Eve mengatakannya sambil menatap Elsword. Eve mengatakan itu sebagai kepastia dan itu membuat Add makin tidak senang.

“Pastinya”

“Hmph…..”

Bhantus dan Elsword sedang berdiri ketika anggota party yang lain sedang bebicara. Tak ada yang mengambil resiko menyerang lebih dulu.

“…..Bocah ini. Apa dia benar benar anak yang sama dengan sebelumnya?”

Keringat pun mengalir dari kepala Bhantus ketika dia melototi Elsword. Elsword masih bediri dengan kuda kuda rendahnya sambil menatap nya seolah olah dia akan menyerang kapan saja. Kosentrasi laki-laki itu tak tergoyahkan.

Bhantus tidak ingin membuat gerakan yang ceroboh tetapi dia berada diposisi tidak menguntungkan jika dia terus mengulur waktu. Manusia membutuhkan kesabaran yang cukup banyak untuk menjaga ketegangan, terutama saat bertarung.

“Uwooooo!”

Bhantus tidak dapat menahan tekanannya lagi dan mulai menyerang kemudian mengayunkan pedangnya. Pedangnya jatuh kebawah dengan kekuatan layaknya dapat menghancurkan batu besar. Tapu ekspresi Elsword tetap tidak berubah kemudian dengan tenang menghindar kebelakang.

Dilihat dari resiko jarak yang dihindari Elsword, rasanya seperti seakan ia bisa membaca gerakannya pedang Bhantus. Tetapi Bhantus juga memiliki rencana dibaliknya. 

“Kahahahaha!”

Bhantus tidak mundur dan mendorong pedangnya lagi. Itu adalah serangan combo yang diperhintungkan bahwa Elsword bisa menghindari serangan pertama.

Saat itu dia dikalahakan karena serangan menukik kebawahnya tak terduga meleset tapi saat ini hal itu tidak akan terjadi lagi. Bhantus dengan angkuh mengayunkan pedangnya tapi tetap waspada. Kau tidak akan pernah bisa menghindar lagi jadi rasakan serangan ketiga ini.

Ketika Bhantus merasakan serangan ketiganya terhubung. Dia tidak menghiraukan untuk memeriksa disaat melancarkan serangan berikutnya. Dengan serangan 3-combo bocah itu tidak akan bertahan………..

“Apa seranganmu sudah selesai?”

Bulu kuduk Bhantus pun merinding ketika mendengarnya. Elsword nyaris menghindari serangan keduanya, menurunkan lagi kuda kudanya dan mulai mendekat kearah Bhantus.

“Bagaimana…..!?”

“Mega Slash!!”

Elsword tidak menjawabnya kemudian mengayunkan pedangnya lebar lebar. Bhantus tidak dapat menghindari serangan tersebut dan terkena serangan langsung. Dia langsung jatuh kebawah tanpa ada kesempatan untuk berteriak.

Bhantus kalah telak dengan satu serangan.

“Kau teralu lambat makanya aku bisa melihat semua seranganmu”

Elsword akhirnya menjawab pertanyaan Bhantus setelah mengalahkannya. Tapi Bhantus tidak bisa mendengarnya karena sudah pingsan.

Eve mulai mendekati Elsword ketika dia melepaskan kuda kuda nya dan menyingkirkan debu di pedangnya.

“Untukmu itu cukup mengagumkan”

“Bukan apa apa. Ah, aku lapar”

Elsword mengusap perutnya. Ara datang untuk memberi selamat padanya juga.

“Mengagumkan sekali Tuan Elsword! Kau berhasil menunjukkan hasil latihan mu denganku.

“…..Aku banyak belajar darimu Ara tapi aku tidak akan melakukannya lagi”

“Eh? Kenapa?”

“Kau sangat menakutkan ketika rambut mu menjadi putih…..”

Rena memperhatikan mereka bertiga berbicara laly melihat kembali kearah Add.

“Bagaimana? Ternyata berhasil kan?”

“…..aku bisa melakukannya dengan mata tertutup sekalipun”

Add menjawab dengan terus terang dan memeriksa sekitar. Dia mengira mungkin ada Nasod bersembunyi seperti sebelumnya tapi dia tidak menemukan apapun.

“El yang mereka curi dari Ruben juga tidak ada disini….”

“Apa mereka menyembunyikannya di suatu tempat sebelumnya?”

“Sepertinya tidak dilihat dari reaksinya yang terkejut melihat ketika kita masuk”

Add dan Rena bebicara tetapi mereka memiliki pendapat berbeda.

“Apa dia mendapat Nasod tersebut hanya kebetulan saja?”

Itu bukan hipotesis yang menarik…….tapi Add bisa menanyakannya ketika dia sudah bangun. Jika dia mencoba menyembunyikan informasi, dia hanya harus menunjukkan rasa takut yang sebenarnya.

“Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu juga untuk memberi selamat pada Elsword?”

“Hmph, kenapa juga aku harus mengatakan sesuatu seperti itu? Itu cuma permainan anak-anak.

“Elsword akan menjadi lebih kuat dengan cepat. Anak dengan tujuan itu kuat.

Rena berbicara dengan tenang. Add ingin protes tapi ia menghentikannya. Karena yang ia katakan itu benar.

Juga Add tidak ingin menerimanya…… Elsword saat ini berada di level yang lebih tinggi dibanding dia saat di Ruben. Walau begitu ia tidak mengerti mengapa dia bisa mencapai kemajuan sebesar itu dengan sangat cepat. Rasanya dia berlatih dengan Ara dan apapun caranya itu terbukti sangat efektif.

“Jadi dari 1 menjadi 5. Tidak ada perbedaan sama sekali………”

“Dia akan segera menjadi 100, dan segera menjadi 10000. Jikakau tidak cepat dia akan mendahuluimu Add”

“…….Jangan buat aku tertawa”

Rena mulai tersenyum lebar ketika Add mengecilkan suaranya.

“Ah, maaf. Lancangnya aku tadi. Aku tahu Add itu juga berjuang pada tujuannya”

“Hmph……kau tidak perlu minta maaf”

Jika kau bilang orang menjadi kuat karena memiliki tujuan yang ingin dicapai, itu tidak hanya berlaku bagi Elsword, bukan berarti Add mendapat kekuatannya yang sekarang tanpa tujuan atau maksud tertentu.

Semua itu adalah benar…….

Add mulai berbalik menatap Eve. Dia terlihat sedang menampar Elsword. Dia pasti mengatakan sesuatu yang tidak dia suka saat berbicara. Elsword juga meniggikan suaranya kemudia dia di hajar. Ara mulai keheranan mencoba menghentikan mereka berdua.

Tidak peduli seberapa sering dia melihatnya. Eve tidak melihat balik.

“Hmph…..”

Add memasang tudungnya kembali.

“Kau akan menjadi milik ku pada akhirnya”

Sekarang tidak masalah.

Jika dia tidak melihat.

Dia hanya harus membuatnya melihat.

Iklan

Satu pemikiran pada “Elsword-Time Trouble|V1-2/ Deep Down

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s